
Nyaman Tanpa “Tot Tot Wuk Wuk” di Jalan Raya
Penulis pernah menjadi wartawan Harian Kompas (1989- 2025), bertugas di Desk Metropolitan dan Luar Negeri. Kini menulis kehidupan, dan fiksi.
PERJALANAN dua hari terakhir 23-24 September 2025 di Jalan Tol Tangerang- Jakarta terasa nyaman tanpa gangguan konsentrasi oleh kendaraan yang minta prioritas jalan.
Biasanya dalam keadaan lalu lintas macet, kendaraan yang minta diprioritaskan dengan menggunakan sirine, strobo, dan rotator berseliweran di jalan. Dalam sekali jalan di ruas tol Tangerang- Jakarta biasanya sampai lima kali lewat dengan membunyikan suara “tot tot wuk wuk”.
Rabu sore, (24/9/2025), saya melintas antara Jalan Tanah Abang III, Tomang, Tol Jakarta-Tangerang, hanya ada satu mobil yang minta didahulukan. Saya lihat itu mobil ambulans. Wajar. Harus didahulukan.
Sebelumnya saya dan tentu pengguna jalan raya lainnya, seperti yang terbaca di media sosial, terganggu suara mobil yang menggunakan sirine, strobo, dan rotator dengan suara “tot tot wuk wuk”, di jalan raya, dan tol.
Biasanya, saya melihat mobil seperti itu lewat kaca spion terlebih dulu. Kalau itu ambulans, pemadam kebakaran, atau plat militer dan kepolisian yang saya perkirakan sedang mengemban tugas negara, saya segera memberi jalan.
Tetapi seringkali ada kendaraan yang bukan dinas menggunakan sirine, bahkan dikawal polisi dengan menggunakan sepeda motor besar yang kadang-kadang melaju dengan zig-zag.
Dari pada ribut di jalan, saya beri saja jalan. Dalam sekali jalan antara Tangerang- Tomang (Jakarta), bisa sampai tiga sampai lima kali mobil lewat minta prioritas jalan dengan menggunakan sirine dan semacamnya.
Mobil-mobil yang berseliweran dengan suara “tot tot wuk wuk” menghilang dari jalanan, setelah Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menghentikan penggunaan sirine dan rotator di mobil patroli pengawal.
Penghentian itu menyusul protes masyarakat netizen di sosial media hingga muncul gerakan anti sirene dan rotator.
“Saya bekukan pengawalan menggunakan suara-suara itu,” tutur Kepala Korps Lalu Libtas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025).
Melawan
PERNAH suatu saat saya lawan. Ketika sore hari beberapa bulan lalu di tahun 2025, mobil yang saya kendarai berada dalam antrean kemacetan parah menjelang pintu masuk tol di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Di belakang mobil saya ada kendaraan yang membunyikan suara “tot tot tot”. Saya diamkan setelah saya lihat dari kaca spion mobil itu berplat hitam, dengan lampu-lampu sorot seperti mobil petugas.
Mobil tidak saya geser sedikit pun dari lajur jalan, sampai saya melintasi pintu gerbang tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Saya sudah bersiap mental, kalau pengemudi atau orang yang berada di mobil tersebut turun menemui saya. Ternyata tidak ada yang turun bertemu saya.
Sesampainya di rumah saya menceritakan kejadian itu pada keluarga, anak dan istri. Ceritanya menegangkan dengan mengandai-andai kalau sampai terjadi perselishan di jalan. Sampai berpikir mungkin ada orang yang mengambil gambarnya.
“Kok mas berani amat sama petugas,” komentar istri saya.
Saya mengatakan, saya harus berani. Kalau sampai orang yang berada di kendaraan yang minta prioritas itu turun dan memukul saya, tidak apa-apa.
Begitu mereka memukul, saya akan pura-pura jatuh dan pingsan. Saya tidak akan memberi pukulan balik.
Saya harus melawan mereka yang menggunakan sirine tanpa hak dan tidak melihat keadaan jalan.
Perlu diketahui pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan di jalan raya sesuai aturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sebagai berikut:
- Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
- Ambulans yang mengangkut orang sakit.
- Kendaraan untuk memberikan pertolongan kecelakaan lalu lintas.
- Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.
- Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.
- Iring-iringan pengantar jenazah.
- Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. (*)
- KOLOM— Otonomi Daerah dan FatamorganaOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen… Read more: KOLOM— Otonomi Daerah dan Fatamorgana
- KOLOM— Menakar Kualitas Kelembagaan Legislatif di Tengah Miskonsepsi KekuasaanOleh: Dr. Harry Mulya Zein DALAM sistem ketatanegaraan modern, lembaga… Read more: KOLOM— Menakar Kualitas Kelembagaan Legislatif di Tengah Miskonsepsi Kekuasaan
- KOLOM— Badan Khusus, Kewenangan Cenderung Tumpang TindihOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein Tentang Penulis: GAGASAN pembentukan… Read more: KOLOM— Badan Khusus, Kewenangan Cenderung Tumpang Tindih
- KOLOM— Mengatur Kekuatan dan Kelemahan KPKOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan dan… Read more: KOLOM— Mengatur Kekuatan dan Kelemahan KPK
- KOLOM— Arsitektur Kebijakan Terintegrasi, Kunci Sukses Program Prioritas NasionalSelama ini, salah satu persoalan klasik dalam birokrasi Indonesia adalah… Read more: KOLOM— Arsitektur Kebijakan Terintegrasi, Kunci Sukses Program Prioritas Nasional
- Ketika Aku Tinggal Sejenak untuk Pulang KampungAku menarik napas panjang, menikmati setiap detiknya.Mungkin, bukan hanya cuacanya… Read more: Ketika Aku Tinggal Sejenak untuk Pulang Kampung
- KOLOM— Marka, Pemandu Kita Berkendara Oleh: Mohammad Nasir, Wartawan Senior, dan Kolumnis SAAT perjalanan mudik… Read more: KOLOM— Marka, Pemandu Kita Berkendara
- Saya Selalu Menyediakan Keluh Kesah TemanKadang, cukup dengan mendengarkan, memahami, dan hadir sepenuh hati. Oleh:… Read more: Saya Selalu Menyediakan Keluh Kesah Teman
- Jika diriku harus dibandingkan dengan seekor hewan, aku memilih Fish yang hidup di lautan lepasSeperti ikan di lautan, manusia juga sering berada di tengah… Read more: Jika diriku harus dibandingkan dengan seekor hewan, aku memilih Fish yang hidup di lautan lepas
- Menawar Buah di Pasar Induk TangerangAda suasana, ada kehangatan, dan ada seni tawar-menawar yang membuat… Read more: Menawar Buah di Pasar Induk Tangerang
- Nama Tengahku Adalah MulyaBelakangan saya baru tahu bahwa ibu saya sendiri yang memberi… Read more: Nama Tengahku Adalah Mulya
- Mengapa Kamu Gagal?Aku belajar bahwa politik bukan sekadar strategi, tetapi juga kesabaran… Read more: Mengapa Kamu Gagal?
- KOLOM: Kalam Kyai MaduraCatatan: Ahmadie Thaha, Kolumnis Ada kabar yang datangnya agak telat… Read more: KOLOM: Kalam Kyai Madura
- “Aku Lahir dari Rahim Seorang Ibu yang Teramat Mulia”Ayahku asli orang Pandeglang. Tanahnya subur, udaranya bersih, dan orang-orangnya… Read more: “Aku Lahir dari Rahim Seorang Ibu yang Teramat Mulia”
- Aku, yang Bergantung pada Tiga AnugerahAir menghidupkan darahku, menenangkan panas tubuhku, dan membersihkan luka-lukaku. Oleh… Read more: Aku, yang Bergantung pada Tiga Anugerah
- KUTIPAN: Lingkaran Imajiner
- Dari Kekalahan Menuju KebermaknaanTahun 2014, aku memulai kembali dari titik nol sebagai dosen… Read more: Dari Kekalahan Menuju Kebermaknaan
- Aku Percaya Adanya TakdirDalam kehidupan sehari-hari, keyakinan kepada takdir membentuk pribadi yang kuat… Read more: Aku Percaya Adanya Takdir
- KAJIAN: Strategi dan Transformasi Peran Nilai Spiritual/Kerohanian dalam Kolaborasi Hepta Helix Berdampak pada Mitigasi dan Disaster Management di Sumatera UtaraTim Pengkaji/Peneliti: Kolonel CAJ (Purn.) Dr. H. Asren Nasution, M.A,… Read more: KAJIAN: Strategi dan Transformasi Peran Nilai Spiritual/Kerohanian dalam Kolaborasi Hepta Helix Berdampak pada Mitigasi dan Disaster Management di Sumatera Utara
- Tiga Puluh Tiga Tahun Perjalanan Kota Tangerang- BantenCatatan: Dr. M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen… Read more: Tiga Puluh Tiga Tahun Perjalanan Kota Tangerang- Banten
- Enam Bulan yang Mengubah Angka, Tapi Tidak KenanganSeharusnya aku lulus pada 1978. Namun karena perubahan itu, kelulusanku… Read more: Enam Bulan yang Mengubah Angka, Tapi Tidak Kenangan
- KUTIPAN: Birokrasi
- Andai Aku Jadi Presiden SehariAku teringat sekolah-sekolah di pelosok negeri–bangunan kayu yang hampir roboh,… Read more: Andai Aku Jadi Presiden Sehari
- INFO— GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of PeaceBila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi… Read more: INFO— GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace
- INFO— GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of PeaceBila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi… Read more: INFO— GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace
- KUTIPAN: Panggung
- INFO: Perjanjian Dagang RI-Amerika— Komite Protes Ketentuan yang Lemahkan Ekosistem PersPerjanjian ini jika sudah berlaku bisa membuat platform digital asal… Read more: INFO: Perjanjian Dagang RI-Amerika— Komite Protes Ketentuan yang Lemahkan Ekosistem Pers
- Kata “Terserah” Ingin Ku Hapus di Dunia iniKadang-kadang orang itu bukan bingung. Tapi takut salah. Makanya jawabannya… Read more: Kata “Terserah” Ingin Ku Hapus di Dunia ini
- Sampah dan LingkunganJika kita memilih berbeda-memilah sampah dari rumah, mengurangi plastik sekali… Read more: Sampah dan Lingkungan
- KAJIAN— Misteri “God Particle” dan Makna Ketuhanan: Dialog Fisika Kuantum – Tauhid dalam Perspektif ModernOleh: Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si. Kepala… Read more: KAJIAN— Misteri “God Particle” dan Makna Ketuhanan: Dialog Fisika Kuantum – Tauhid dalam Perspektif Modern
- Empat Sahabat di Simpang WaktuJangan hanya menikmati kebersamaan mereka. Bangunlah mimpi bersama mereka Oleh:… Read more: Empat Sahabat di Simpang Waktu
- KAJIAN— Jangan Menyiram Tanaman Menggunakan Jadual, Deteksi Rasa HausnyaOleh: Solideo Kristian Padang, (Mahasiswa Fisika USU, Medan), dan Dosen… Read more: KAJIAN— Jangan Menyiram Tanaman Menggunakan Jadual, Deteksi Rasa Hausnya
- Harum Teh Poci yang MenenangkanSebuah poci tanah liat berisi teh melati panas. Pisang goreng… Read more: Harum Teh Poci yang Menenangkan
- KOLOM— Di Dalam Mobil Listrik, Sore yang Penuh TanyaOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen… Read more: KOLOM— Di Dalam Mobil Listrik, Sore yang Penuh Tanya
- Di Dalam Mobil Listrik, Sore yang Penuh TanyaOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen… Read more: Di Dalam Mobil Listrik, Sore yang Penuh Tanya
- Semakin Tua, Teman Favorit Semakin LangkaTetapi kawan-kawan favorit yang biasa ngobrol dengan saya tentang pengetahuan… Read more: Semakin Tua, Teman Favorit Semakin Langka
- DISKUSI: KUHAP Baru Vs Hak Asasi ManusiaCatatan moderator: Mohammad Nasir, Wartawan Senior, dan Kolumnis SAYA mendapat… Read more: DISKUSI: KUHAP Baru Vs Hak Asasi Manusia
- PATROLI— Andrew Mountbatten-Windsor, Adik Raja Inggris Ditangkap PolisiKETIKA berulang tahun ke-66, Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Inggris Charles… Read more: PATROLI— Andrew Mountbatten-Windsor, Adik Raja Inggris Ditangkap Polisi
- Sepatu Biru dari TetehAku mencoba sepatu itu. Pas, empuk, dan ringan. Rasanya seperti… Read more: Sepatu Biru dari Teteh
- KAJIAN RAMADAN DAN FISIKA JIWA: MEMBONGKAR RAHASIA PUASA SYARIAH, TAREKAT, HAKIKAT, DAN MAKRIFATOleh: Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si(Kepala Laboratorium… Read more: KAJIAN RAMADAN DAN FISIKA JIWA: MEMBONGKAR RAHASIA PUASA SYARIAH, TAREKAT, HAKIKAT, DAN MAKRIFAT
- Hadiah Buku dari Walikota TangerangDalam suasana yang hangat dan sederhana, beliau menyerahkan sebuah buku… Read more: Hadiah Buku dari Walikota Tangerang
- PATROLI— 11 Lapangan Terbang di Papua Ditutup SementaraMeskipun masyarakat sangat membutuhkan penerbangan perintis, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia… Read more: PATROLI— 11 Lapangan Terbang di Papua Ditutup Sementara
- PATROLI NUSANTARA—Perempuan DiperdagangkanPerempuan asal periangan, Jawa Barat diperdadangkan di Nusa Tenggara Timur… Read more: PATROLI NUSANTARA—Perempuan Diperdagangkan
- Reuni Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec. dan Kiyai Khalifah DR. Muhammad Sontang Sihotang Bahas Pendidikan Tinggi Berdampak untuk MasyarakatPENGANTAR Wawancara Imajiner: Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai perjumpaan… Read more: Reuni Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec. dan Kiyai Khalifah DR. Muhammad Sontang Sihotang Bahas Pendidikan Tinggi Berdampak untuk Masyarakat
- KOLOM: Ramadhan dan Pers KitaCatatan: Hendry Ch Bangun(Pendiri Forum Wartawan Kebangsaan) Bagi yang masih… Read more: KOLOM: Ramadhan dan Pers Kita
- Catatan Kolumnis Dr M Harry Mulya Zein
- Kendaraan Dinas di Tangkap PolisiIni plat nomor dan STNK kendaraan sudah habis masa berlakunya,… Read more: Kendaraan Dinas di Tangkap Polisi
- “FANA” DI ALAM KUANTUM : KETIKA EGO LENYAP & MENYATU DENGAN “MEDAN ALLOOOH”*Foto tim penulis Abstrak Artikel ini mengeksplorasi titik temu an-… Read more: “FANA” DI ALAM KUANTUM : KETIKA EGO LENYAP & MENYATU DENGAN “MEDAN ALLOOOH”*
- PATROLI NUSANTARA: Cisadane Tercemar, Ikan dan Airnya Belum Bisa Dikonsumsi Sungai Sungai Cisadane, Tangerang yang menjadi bahan baku perusahaan air… Read more: PATROLI NUSANTARA: Cisadane Tercemar, Ikan dan Airnya Belum Bisa Dikonsumsi
- PATROLI NUSANTARA: Pesawat Parkir DitembakiPESAWAT Smart Air PK-SNR yang sedang parkir ditembaki oleh kelompok… Read more: PATROLI NUSANTARA: Pesawat Parkir Ditembaki
- Rumahku adalah SurgakuKamar tidur menjadi tempat paling pribadi. Saya ingin kamar yang… Read more: Rumahku adalah Surgaku
- HPN dan Komitmen Demokrasi PrabowoOleh: Muhammad Sarwani Wakil Ketua Departemen Ekuin PWI Pusat Hingga… Read more: HPN dan Komitmen Demokrasi Prabowo
- Perjalanan Pulang dari Baitul Maqdis, Sempat Menginap di Musholla (Bagian Terakhir)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen… Read more: Perjalanan Pulang dari Baitul Maqdis, Sempat Menginap di Musholla (Bagian Terakhir)
- INFO: Forum Wartawan Kebangsaan Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers NasionalHari Pers Nasional (HPN) tahun ini akan berlangsung di Serang,… Read more: INFO: Forum Wartawan Kebangsaan Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional
- Perjalanan pulang dari Baitul Maqdis Ke Tanah Air Tercinta, Indonesia(Bagian dari laporan perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa, tulisan ke-10 Habis)… Read more: Perjalanan pulang dari Baitul Maqdis Ke Tanah Air Tercinta, Indonesia
- Makam Nabi Ibrahim Dijaga Polisi Israel(Bagian dari laporan perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa, tulisan ke-9). Catatan:… Read more: Makam Nabi Ibrahim Dijaga Polisi Israel
- (no title)Hati-hati Menggunakan Kata Grooming Klik link untuk baca: http://www.kompas.com/tren/read/2026/02/03/055719765/hati-hati-menggunakan-kata-grooming Download… Read more: (no title)
- Di Masjidil Aqsa: Keunikan Waktu Pelaksanaan Sholat Subuh(Bagian dari laporan perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa, tulisan ke-8). Catatan:… Read more: Di Masjidil Aqsa: Keunikan Waktu Pelaksanaan Sholat Subuh
- Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Alhamdulillah, Kami Sudah Tiba di Baitul Maqdis (Bagian ke-7)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, Pengajar… Read more: Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Alhamdulillah, Kami Sudah Tiba di Baitul Maqdis (Bagian ke-7)
- Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Melepas Lelah di Toko Souvenir (Bagian ke-6)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, Pengajar… Read more: Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Melepas Lelah di Toko Souvenir (Bagian ke-6)
- Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Melepas Lelah di Toko Souvenir (Bagian ke-6)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, Pengajar… Read more: Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Melepas Lelah di Toko Souvenir (Bagian ke-6)
- Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Pemeriksaan di Perbatasan Yordania- Israel yang Mendebarkan (Bagian ke-5)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, Pengajar… Read more: Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Pemeriksaan di Perbatasan Yordania- Israel yang Mendebarkan (Bagian ke-5)
- Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Singgah ke Makam Nabi dan Berteduh di Bawah Pohon Sahabi (Bagian ke-4)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, Pengajar… Read more: Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Singgah ke Makam Nabi dan Berteduh di Bawah Pohon Sahabi (Bagian ke-4)
- Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Singgah ke Makam Nabi dan Berteduh di Bawah Pohon Sahabi (Bagian ke-4)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, Pengajar… Read more: Perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa: Singgah ke Makam Nabi dan Berteduh di Bawah Pohon Sahabi (Bagian ke-4)
- Perjalanan Jakarta- Baitul Maqdis: Pagi Sedingin Es (Bagian ke-3)Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pengajar Vokasi Ilmu Administrasi… Read more: Perjalanan Jakarta- Baitul Maqdis: Pagi Sedingin Es (Bagian ke-3)
- Dalam Perjalanan Jakarta-Masjidil Aqsa, Siapkan Lidah Berpetualangan Rasa (Bagian ke-2)Catatan Perjalanan Dr Harry Mulya Zein, Sekretaris Daerah Kota Tangerang … Read more: Dalam Perjalanan Jakarta-Masjidil Aqsa, Siapkan Lidah Berpetualangan Rasa (Bagian ke-2)
- Dari Jakarta Sampai Masjidil Aqsa (Bagian 1)Catatan Perjalanan: Dr Harry Mulya Zein, Sekretaris Daerah Kota Tangerang … Read more: Dari Jakarta Sampai Masjidil Aqsa (Bagian 1)
- KOLOM: Aku dan Buku-Buku yang Membuatku BerpikirOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein, Aku suka membaca, tapi… Read more: KOLOM: Aku dan Buku-Buku yang Membuatku Berpikir
- Buku Membuat KaranganTetapi yang tidak berubah adalah isi atau konten. Apa pun… Read more: Buku Membuat Karangan
- KOLOM: Jual Beli Jabatan, Penyakit Lama BirokrasiOleh: Dr. M.Harry Mulya Zein, OPERASI tangkap tangan (OTT) Komisi… Read more: KOLOM: Jual Beli Jabatan, Penyakit Lama Birokrasi
- Kucing Piaraan Adik IparkuDari kucing piaraan adik iparku, aku belajar satu hal: kasih… Read more: Kucing Piaraan Adik Iparku
- Imam Fauzi dan Lampu di Ujung GangJika hujan deras menyebabkan genangan di ujung gang, ia turun… Read more: Imam Fauzi dan Lampu di Ujung Gang
- GLOBAL— Trump dan Ilusi Polisi DuniaReaksi dunia terhadap langkah-langkah Trump relatif seragam: penolakan normatif, tetapi… Read more: GLOBAL— Trump dan Ilusi Polisi Dunia
- Apresiasi Sastra: “Ketika Kuputari Ka’bah”, Puisi Suara Langit Denny JACatatan: Mohammad Nasir, Wartawan Senior, peserta diskusi Forum Senja PENULIS… Read more: Apresiasi Sastra: “Ketika Kuputari Ka’bah”, Puisi Suara Langit Denny JA
- Menghilangkan Penemuan Senjata Pemusnah MassalIf you could un-invent something, what would it be? Oleh:… Read more: Menghilangkan Penemuan Senjata Pemusnah Massal
- OPINI— Diplomasi Resilien: Menjawab Dunia yang RetakOleh: Khairul FahmiCo-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)… Read more: OPINI— Diplomasi Resilien: Menjawab Dunia yang Retak
- Pindah Suasana Non-DuniawiSantoso Yunus, SE Seorang pembimbing spiritual memberikan ilustrasi fenomena berbagai… Read more: Pindah Suasana Non-Duniawi
- Di Antara Shaf yang MenenangkanWhere can you reduce clutter in your life? Oleh :… Read more: Di Antara Shaf yang Menenangkan
- Ikan Lumba-Lumba dan PilihankuAku pernah membaca bahwa lumba-lumba mampu memahami bahasa, bekerja sama,… Read more: Ikan Lumba-Lumba dan Pilihanku
- (no title)blinkiss.id/menjadi-wartawan-kritis-dan-kreatif-pelajaran-dari-mohammad-nasir/
- (no title)
- Forum Senja Tempat Aku Menuangkan IdeAku sadar, komunikasi online sering dianggap dingin dan tanpa rasa.… Read more: Forum Senja Tempat Aku Menuangkan Ide