Catatan Forum Senja
Oleh: Karim Paputungan
- Wartawan Senior, Kolumnis, Mantan Pemimpin Redaksi Harian Merdeka & Harian Rakyat Merdeka.

++
Mau tetirah atau healing di Bandung. Sila mampir di
NuArt Sculpture Park– NuArt Studio.
Destinasi wisata ini terdiri dari museum dan galeri seni patung. Ada juga bengkel pembuatan patung di bagian luar. Area luar merupakan lahan luas dengan patung bertebaran, pohon-pohon besar, tinggi dan rindang.
Lokasinya sudah masuk Kabupaten Bandung Barat, tapi masih bersisihan dengan Kotamadya Bandung di kelurahan Gegerkalong.
Mudah diakses dari pusat kota dengan melewati komplek perumahan mewah menjelang gerbang.
Di sini ditampilkan ratusan patung karya I Nyoman Nuarta, seniman alumni ITB kaliber internasional asal Bali yang bermukim di Bandung sekaligus pemilik NuArt Sculpture Park.
Galeri menempati tiga lantai. Ada ruang galeri, tempat duduk untuk beristirahat, ada kafe dan toko suvenir. Ada tangga melingkar dan juga lift yang ramah untuk Lansia dan difabel.
Bioskop mini berada di lantai 3. Kami sempat menonton film, pada kunjungan di bulan Oktober 2026. Film diputar pada pukul 14.00. Durasi sekitar 30 menit.
GWK & IKN Nusantara:
Dipertunjukkan proses pengerjaan Patung Garuda Wisnu Kencana– GWK di Bali yang disebut lebih tinggi daripada Patung Liberty di Amerika.
Selain itu juga ditampilkan peresmian fasilitas Ibu Kota Nusantara– IKN di Kalimantan Timur oleh Presiden Joko Widodo pada 11 Oktober 2024.
Presiden Jokowi memulai sambutan dengan mengatakan, “Selamat datang di masa depan Indonesia.”
Katanya, Indonesia sebagai negara besar harus berani melangkah dan berani memiliki agenda besar untuk kemajuan negara dan bangsa.
“Jika kita tidak berani transformasi dari sekarang, sampai kapanpun kita akan sulit menjadi negara maju,” pidato Jokowi terdengar jelas di layar film dengan tepuk tangan meriah.
Patung Ikonik:
Patung-patung ikonik karya I Nyoman Nuarta antara lain Arjuna Wijaya di Jakarta. Sering disebut patung kuda dan sering sebagai titik kumpul pendemo.

Istana Garuda di IKN ada miniaturnya di museum. Begitupun miniatur patung GWK. Juga patung perwira Angkatan Laut di Monumen Jalesveva Jayamahe– Monjaya, Dermaga Ujung Surabaya.
Patung dapat kita saksikan ketika melintas di jembatan Suramadu– Surabaya Madura.
Tentu masih banyak patung lain.
++
Kami seusai nonton film kemudian mampir di Laxmi Resto.
Pesen camilan berupa pisang bakar madu Baduy. Tentu saja ada beragam menu, termasuk khas Bali.
Karcis tanda masuk Rp 50k per orang memadai dengan fasilitas yang kita dapatkan, termasuk nonton bioskop.
Museum sebagaimana umumnya, libur pada hari Senin (*).
Leave a Reply