Catatan: Dedi Effendi, Pendidik Senior dan Pengamat Kebudayaan

KULINER kikiping merupakan bagian dari tradisi makanan ringan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Camilan ini telah dikenal sejak masa Kesultanan Banten hingga era kolonial Belanda dan Jepang, serta terus diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari budaya lokal.

Kikiping umumnya disajikan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pada momen tersebut, hampir setiap rumah tangga di Pandeglang menyediakan kikiping sebagai hidangan khas untuk keluarga dan tamu.

Cita rasa kikiping dikenal lezat, gurih, dan kenyal. Keunikan rasanya berasal dari campuran bumbu serundeng dengan daging kerbau atau ayam. Perpaduan rasa manis, asin, ketumbar, serta aroma minyak bawang menjadikan kikiping memiliki karakter rasa yang khas. Penikmatnya pun dapat dengan mudah membedakan kikiping dari kuliner tradisional lainnya seperti leumeung.

Seiring perkembangan zaman, kikiping tidak lagi terbatas sebagai hidangan hari raya. Kuliner ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai peluang usaha. Permintaan tidak hanya datang dari masyarakat lokal, tetapi juga dari wisatawan yang ingin menikmati atau membawa pulang sebagai oleh-oleh khas Pandeglang.

Pengembangan usaha kuliner tradisional ini dapat dilakukan baik secara perorangan maupun kelompok. Pendirian kedai, gerai, atau pusat penjualan kuliner perlu memperhatikan lokasi yang strategis, tampilan yang menarik, serta kebersihan yang terjaga guna menarik minat konsumen.

Sebagai perbandingan, di Kabupaten Garut, wisatawan dapat dengan mudah menemukan beragam produk kuliner lokal yang diproduksi oleh industri rumahan dan dipasarkan di sepanjang jalan utama. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat dalam mengelola potensi kuliner dapat meningkatkan daya tarik daerah sekaligus mendorong perekonomian.

Di Kabupaten Pandeglang sendiri, peluang tersebut masih terbuka luas. Hingga saat ini, belum banyak dijumpai pusat penjualan kuliner khas lokal yang terintegrasi di sepanjang jalur utama. Padahal, wilayah Pandeglang memiliki banyak titik strategis, seperti jalur nasional dari Serang menuju Labuan, Carita, hingga kawasan wisata Tanjung Lesung dan Sumur.

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin mengembangkan usaha kuliner tradisional perlu memanfaatkan peluang ini dengan baik. Selain itu, penting untuk menjalin kerja sama serta mendapatkan pembinaan dari dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang tepat, kikiping dan kuliner khas lainnya berpotensi menjadi identitas daerah sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat Pandeglang. (*)

Leave a comment