Catatan: Karim Paputungan

  • Wartawan Senior, Kolumnis, Mantan Pemimpin Redaksi Harian Merdeka & Harian Rakyat Merdeka. 

Ada Pohon Jodoh,
Ada Jembatan Putus Cinta/

++
KEBUN Raya Bogor tertua dan terluas di Asia Tenggara. Lokasi di tengah kota dengan lahan 87 hektar. Didirikan 18 Mei 1887 atau memasuki usia 210 tahun.

Tentu banyak sejarah, legenda, misteri hingga kisah bulan madu pasangan kerajaan. Kekayaan koleksi botanical: pepohonan dan tumbuhan tak tepermanai.

Bulan Madu
Di antaranya kisah yang menarik adalah bulan madu Ratu Astrid dan Raja Leopold III dari Belgia.

Sang Ratu adalah botanis, pecinta tanaman dan tumbuhan. Pasangan bangsawan ini berkunjung pada Desember 1928.

Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun Taman Astrid untuk mengenang kunjungan historikal. Terdiri dari hamparan rumput hijau, kolam teratai dan sepasang jalan yang dinamai Astrid Avenue atau Jalan Astrid.

Sepanjang jalan ditanami bunga Canna Hybrids. Bunganya senada dengan warna bendera Belgia: hitam kuning merah.

Taman Astrid
Kami yang berkeliling dengan menaiki mobil golf pada akhir pekan, penghujung Juni sempat berhenti agak lama di lapangan rumput Taman Astrid.

Driver sekaligus pemandu Kang Ramadhan menuturkan kembali kunjungan Ratu Astrid dan Raja Leopold. “Beliau menginap di sini,” tuturnya.

Meninggal Muda


Ratu Astrid meninggal muda– 30 tahun akibat kecelakaan mobil 29 Agustus 1935. Mobil yg disopiri oleh Raja Leopold oleng dan menabrak pohon pir.

Ratu terlempar keluar dan meninggal, karena luka parah. Leopold selamat. Begitu juga sopirnya yang duduk di jok belakang.

Astrid Cucu


Keluarga kerajaan ini menurunkan tiga anak. Si bungsu Albert kemudian naik tahta sebagai raja dengan nama Albert II. Salah seorang putrinya diberi nama seperti neneknya: Astrid.

Putri Astrid sebagai cucu berkunjung ke KRB, Rabu 16 Maret 2016 untuk napak tilas.

Dia mengunjungi Taman Astrid dan berfoto sembari tersenyum di bawah plang nama Jalan Astrid atau Astrid Avenue.

“Saya senang berkunjung ke sini,” katanya seraya tersenyum begitu menginjak kebun raya.

Pohon Jodoh


Obyek lain yang dikunjunginya adalah Pohon Jodoh. Sepasang pohon langka yang tumbuh berdampingan sejak tahun 1866. Terdiri dari pohon Meranti Tembaga yang diidentikkan sebagai pria dan Beringin Putih yang diidentikkan sebagai wanita.

Mitosnya: pasangan kekasih yang berfoto dengan latar sepasang pohon diyakini akan langgeng. Sedangkan jomblo dipercaya segera bertemu jodoh.

Sebaliknya ada Jembatan Merah atau Jembatan Gantung peninggalan era kolonial Belanda.

Jembatan yang melintasi Sungai Ciliwung yang berbatu-batu besar ini disebut juga jembatan putus cinta. Mitosnya: jangan melintas atau berfoto di area ini. Cinta bisa putus.

Melintas pastinya sudah tidak bisa. Ujung kedua jembatan sudah dipasang penghalang berupa rantai.

Bung Karno


Obyek lain yang menarik adalah tempat tetirah Bung Karno, proklamator dan salah seorang pendiri bangsa.

Letaknya agak mencil. Di lingkungan kompleks Istana Kepresidenan. Bangunan lebih kecil dari paviliun. Dikelilingi taman dengan empat patung perempuan.

Di lokasi terpisah ada si Denok, patung gadis telanjang. Untuk seni juga biasa saja.

++
KRB sesungguhnya adalah kawasan konservasi ilmiah dan platform riset botani global di bawah pengelolaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dengan demikian yang namanya mitos boleh percaya. Boleh tidak. Nikmati saja sebagai hiburan (*).

Leave a comment