
Santoso Yunus, SE
- Pemerhati masalah sosial ekonomi, dan budaya. Aktif mengikuti diskusi Forum Senja
+++
GEDUNG sekretariat Rukun Tetangga (RT) tempat tinggalku letaknya tidak jauh dari rumahku di Bekasi, Jawa Barat. Jalan kaki beberapa langkah sudah sampai.
Di sebelah kiri gedung sekretariat RT adalah gudang tempat penyimpanan barang-barang inventaris RT, seperti kursi, meja lipat, dan keperluan lain-lain.
Di depan gudang ada teras yang cukup luas berlantai keramik. Di teras gudang itu, ada seorang pemulung yang sudah beberapa tahun numpang tidur di situ.
Rutinitas, aktifitas pemulung adalah setelah bangun tidur pergi dengan membawa sebuah karung besar untuk melakukan pekerjaannya sebagai pemulung.
Sore harinya, Pak Mul nama panggilannya sudah kembali di depan gudang, menggelar tikar, tiduran untuk istirahat. Terlihat nyaman, ringan beban hidupnya. Sederhana.
Sebelum pulang ke gudang, Pak Mul langsung membawa hasil pulungannya ke tempat pengumpul untuk dijual dan pulang ke gudang sore hari, cukup melenggang dengan uang tunai hasil kerja memulung seharian untuk bakal makan esok harinya.
Pak Mul tidak beranjak dari gudang hingga esok hari untuk kembali bekerja. Dia tidur di tempat itu. Kakinya diselonjorkan, kadang sambil tidur-tiduran. Pokoknya seenak dia lah. Saya sering mengamatinya. Kebetulan saya ketua RT.
Demikian rutinitas kehidupan sendirian dijalaninya bertahun-tahun.
Tubuhnya terlihat sehat, tidak pernah ada keluhan sakit.
Setiap sore, saya menyediakan makan untuknya. Sepiring nasi dan lauk pauk untuk makan malam.
Kadang saya buatkan nasi goreng telor mata sapi khusus untuknya atau saya buatkan mie rebus pakai telor.
Semua itu saya lakukan untuk Pak Mul. Dia bisa menikmati apa yang saya berikan. Dia terlihat lahap ketika menyantap makanan itu.
Terlihat bahagia. Saya seperti menaruh kebahagiaan pada pemulung itu. Pantulan kebahagiaan dari Pak Mul, saya rasakan. Kilatan lembut kebahagiaan menyengat batin saya. Tidak ada kata-kata yang dapat menjelaskan dengan baik.
Itu lah salah satu pekerjaan sederhana setiap sore yang saya lakukan. Menyediakan makan malam untuk seorang pemulung.
Leave a comment