(Bagian dari laporan perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa, tulisan ke-8).
Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen UI dan IPDN, Sekretaris Daerah Kota Tangerang (2004).

Salah satu hal yang menarik dan unik kami alami pada pelaksanaan sholat Subuh di kawasan Masjid Al-Aqsa adalah perbedaan waktu pelaksanaan sholat di dua masjid dalam satu kompleks suci tersebut.
Sholat Subuh di Masjid Sakhra (Dome of the Rock) dilaksanakan lebih awal, yakni pukul 05.25 waktu setempat. Jamaah mulai memadati area dalam suasana yang masih gelap, diterangi cahaya lampu dan kubah emas yang tampak begitu agung di keheningan fajar.
Sementara itu, pelaksanaan sholat Subuh di Masjid Qibli dilaksanakan pukul 05.48 waktu setempat. Perbedaan waktu ini memberikan kesempatan kepada jamaah untuk merasakan suasana ibadah Subuh di dua tempat suci yang bersejarah, dengan nuansa dan kekhusyukan yang berbeda, namun tetap dalam satu kawasan yang diberkahi.
Keunikan ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan bagi rombongan, sekaligus menambah pemahaman bahwa tata kelola ibadah di Masjid Al-Aqsa memiliki kekhasan tersendiri, dipengaruhi oleh tradisi, pengaturan jamaah, serta kondisi setempat. Bagi kami, hal tersebut justru memperkaya makna perjalanan ruhani di Al-Quds.(*)