- KOLOM— Menakar Kualitas Kelembagaan Legislatif di Tengah Miskonsepsi KekuasaanOleh: Dr. Harry Mulya Zein DALAM sistem ketatanegaraan modern, lembaga legislatif tidak dibangun di atas relasi komando, melainkan kolegialitas. Setiap anggota parlemen memiliki kedudukan setara; pimpinan dewan–ketua dan para wakil ketua–bertindak sebagai primus inter pares, bukan atasan struktural. Dalam praktik internasional, jabatan ini dikenal sebagai Speaker of Parliament, seperti Speaker of the House of Representatives… Read more: KOLOM— Menakar Kualitas Kelembagaan Legislatif di Tengah Miskonsepsi Kekuasaan
- KOLOM— Badan Khusus, Kewenangan Cenderung Tumpang TindihOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein Tentang Penulis: GAGASAN pembentukan lembaga baru seperti Badan Khusus Kepresidenan pada dasarnya lahir dari kebutuhan memperkuat kendali, akselerasi program prioritas, serta memastikan agenda strategis Presiden berjalan efektif. Namun, dalam praktiknya, kehadiran lembaga semacam ini kerap memunculkan persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan: tumpang tindih kewenangan, duplikasi fungsi, dan kaburnya… Read more: KOLOM— Badan Khusus, Kewenangan Cenderung Tumpang Tindih
- KOLOM— Mengatur Kekuatan dan Kelemahan KPKOleh: Dr. M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan dan Kolumnis* ADA dugaan tingkat kekuatan dan kelemahan institusi pemberantasan korupsi bisa dibuat seperti barang mainan. Bisa diatur, bisa dibuat jinak, dan bisa dibuat galak. Pertimbangan yang diduga menjadi latar belakang adalah apa dampaknya apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibuat sangat kuat, dan apa pula akibatnya… Read more: KOLOM— Mengatur Kekuatan dan Kelemahan KPK
- KOLOM— Arsitektur Kebijakan Terintegrasi, Kunci Sukses Program Prioritas NasionalSelama ini, salah satu persoalan klasik dalam birokrasi Indonesia adalah fragmentasi kebijakan. Program pemerintah kerap berjalan secara sektoral, dengan koordinasi yang lemah antar kementerian/lembaga. Oleh: Dr. M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan dan Kolumnis. DI TENGAH tuntutan publik terhadap kinerja pemerintah yang semakin tinggi, langkah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama… Read more: KOLOM— Arsitektur Kebijakan Terintegrasi, Kunci Sukses Program Prioritas Nasional
- Ketika Aku Tinggal Sejenak untuk Pulang KampungAku menarik napas panjang, menikmati setiap detiknya.Mungkin, bukan hanya cuacanya yang indah-tetapi juga cara hati ini memilih untuk merasakannya. Oleh: M. Harry Mulya Zein, tinggal di Banjar Wijaya, Kota Tangerang- Indonesia Pagi itu datang dengan lembut, seolah enggan membangunkan dunia terlalu cepat. Langit terbentang biru muda, bersih tanpa cela, sementara matahari bersinar hangat-tidak menyengat, hanya… Read more: Ketika Aku Tinggal Sejenak untuk Pulang Kampung

JAKARTA – Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Demokratik Timor Leste di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, didampingi Dewan Penasihat Anton Charliyan, Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hubungan Internasional Budi Nugraha, Ketua Bidang Hukum Rukmana, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Anita Fitria, Wakil Ketua Bidang Litbang Levy Dewi, serta Humas Herdiana.
Hadir pula Marsda TNI Yulianta dan sejumlah pelaku usaha yang siap menjajaki kerja sama dengan Timor Leste.
Kedatangan rombongan AMKI disambut hangat oleh Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Roberto Sarmento de Oliveira Soares, bersama staf kedutaan Remigio Coa. Pertemuan berlangsung akrab dengan suguhan kopi khas Timor Leste sebagai bagian dari jamuan diplomasi.
Dalam sambutannya, Tundra Meliala menyampaikan bahwa kunjungan AMKI bertujuan menjalin kerja sama dengan Timor Leste, khususnya di bidang budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi.
“Terima kasih Mr. Roberto Sarmento de Oliveira Soares atas waktunya dan penyambutannya yang luar biasa. Suatu kehormatan bagi kami semua. Intinya kami ingin berkolaborasi dengan Timor Leste,” ujarnya.
Tundra juga memperkenalkan sejumlah pelaku usaha yang memaparkan berbagai proyek potensial untuk dijalankan di Timor Leste.
“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang sekaligus memperkuat jejaring AMKI di tingkat internasional,” harap alumnus Lemhannas PPRA 51 itu.
Sementara itu, Dewan Penasihat AMKI, Anton Charliyan, yang juga budayawan Jawa Barat, menekankan pentingnya kerja sama budaya dalam mempererat ikatan kedua bangsa.
“Terima kasih, semoga pertemuan ini menjadi momentum istimewa untuk dapat menjalankan berbagai bidang, khususnya budaya. Kita bisa bekerja sama,” tutur mantan Kapolda Jabar lulusan Akpol 1984 itu.
Sebagai simbol persahabatan, Anton menyerahkan cinderamata berupa kujang dan ikat Sunda kepada Dubes Roberto, yang kemudian membalasnya dengan kain tenun khas Timor Leste.
Suasana semakin hangat ketika Anton menyapa dengan ungkapan budaya “Obrigadu barak,” yang dalam bahasa Tetum berarti “terima kasih banyak.” Ucapan itu dijawab oleh Roberto dengan “Hatur nuhun pisan,” ungkapan serupa dalam bahasa Sunda yang juga berarti “terima kasih banyak.”
Roberto menyampaikan apresiasi atas kunjungan AMKI beserta para investor yang hadir.
“Kami sangat terima kasih, pintu kami selalu terbuka,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Roberto juga menyampaikan bahwa Timor Leste akan segera bergabung dengan ASEAN, sebuah langkah strategis dalam memperkuat peran negaranya di kawasan Asia Tenggara.(red)