Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen UI dan IPDN, Sekretaris Daerah Kota Tangerang (2004).


Dengan mengucapkan Alhamdulillah, perjalanan pulang ke tanah air dimulai dari Bandara Queen Alia, Yordania. Setelah seluruh rangkaian perjalanan ziarah dan ibadah di berbagai tempat bersejarah di Palestina dan sekitarnya selesai dilaksanakan, rombongan bersiap meninggalkan negeri yang penuh kenangan dan pelajaran berharga.
Di bandara, jamaah melaksanakan berbagai persiapan keberangkatan, mulai dari pengecekan dokumen perjalanan hingga pengurusan bagasi. Meskipun tubuh terasa lelah setelah perjalanan panjang selama beberapa hari, hati tetap dipenuhi rasa syukur karena Allah SWT telah memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk menyaksikan langsung jejak para nabi dan tempat-tempat suci yang selama ini hanya kami dengar dari kisah dan sejarah.

Rombongan kemudian bertolak menggunakan Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 401 menuju Doha. Perjalanan udara berlangsung dengan lancar. Dalam penerbangan tersebut, sebagian jamaah memanfaatkan waktu untuk beristirahat, sementara yang lain merenungi perjalanan yang telah dilalui, memperbanyak dzikir, serta berdoa agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT.
Setibanya di Bandara Internasional Hamad, Doha, rombongan harus menjalani masa transit yang cukup lama, sekitar 10 jam. Transit panjang ini menjadi ujian kesabaran tersendiri. Namun kami menyadari bahwa setiap perjalanan pasti memiliki tantangan, dan di situlah nilai kesabaran serta keikhlasan diuji.
Karena waktu transit berlangsung hingga malam hari, dan keterbatasan tempat istirahat yang nyaman, sebagian besar jamaah akhirnya terpaksa tidur di musholla bandara. Meski hanya beralaskan karpet seadanya, musholla menjadi tempat yang paling menenangkan.
Di tempat itulah jamaah dapat tetap menjaga sholat, memperbanyak doa, serta mengisi waktu dengan ibadah. Suasana malam di musholla terasa begitu khusyuk, seakan menjadi penutup perjalanan spiritual yang penuh hikmah.
Walaupun lelah, hati tetap terasa damai karena berada di rumah Allah, meski jauh dari tanah air.
Menjelang pagi, jamaah mulai bangun dan bersiap melanjutkan perjalanan. Dengan penuh harap, rombongan kembali berdoa agar Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan hingga tiba di Indonesia.
Pada Rabu pagi, 04 Februari 2026, rombongan melanjutkan penerbangan menggunakan Qatar Airways QR 954. Pesawat take off dari Bandara Doha sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Penerbangan ini menjadi perjalanan terakhir sebelum kembali menginjakkan kaki di tanah air tercinta.
Sepanjang perjalanan, rasa haru dan syukur begitu terasa. Banyak jamaah yang kembali mengingat momen-momen berharga selama ziarah: sholat di Masjidil Aqsa, mengunjungi makam para nabi, menyaksikan berbagai situs bersejarah, hingga mendengar kisah-kisah perjuangan umat terdahulu.
Semua pengalaman itu menjadi pelajaran besar tentang iman, keteguhan, dan betapa luasnya rahmat Allah SWT.

Akhirnya, setelah perjalanan panjang yang melelahkan namun penuh makna, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 21.30 WIB.
Kedatangan kami—Ali Rosad (ketua tim), Achris, Sriyani, Corry Fattah, Mulyani, Mikrainis M. Nasir, Tuti Elfita, dan saya M. Harry Mulya Zein—disambut dengan rasa syukur yang mendalam. Alhamdulillah, Allah SWT telah menjaga rombongan dari awal keberangkatan hingga kembali lagi ke Indonesia dalam keadaan sehat dan selamat.
Perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik, namun juga perjalanan hati dan ruhani. Semoga seluruh ibadah, doa, dan langkah yang telah ditempuh menjadi amal kebaikan serta membawa keberkahan bagi seluruh jamaah. Dan semoga Allah SWT kembali memberikan kesempatan di masa mendatang untuk mengunjungi tanah suci dan tempat-tempat mulia lainnya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. (*)