(Bagian dari laporan perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa, tulisan ke-10 Habis)
Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen UI dan IPDN, Sekretaris Daerah Kota Tangerang (2004).

SEBELUM melanjutkan perjalanan pulang ke Tanah Air, kami terlebih dahulu dijamu dengan masakan khas Yordania sebagai penutup rangkaian perjalanan ziarah yang penuh makna.
Jamuan ini terasa istimewa, bukan sekadar santap makan, tetapi juga sebagai ungkapan penghormatan dan keramahan masyarakat Yordania kepada para tamu.
Hidangan disajikan dengan penuh kehangatan, didominasi cita rasa Timur Tengah yang khas—gurih, lembut, dan kaya rempah. Menu utama berupa nasi dengan daging kambing yang dimasak sempurna, dilengkapi saus yogurt khas yang menjadi ciri kuliner Yordania.
Aneka pelengkap seperti roti Arab, salad segar, dan hidangan pembuka tradisional turut menambah kenikmatan suasana kebersamaan.
Di sela-sela santap, para jamaah saling berbagi cerita, mengenang kembali perjalanan spiritual yang telah dilalui: dari kota para nabi, tempat-tempat bersejarah, hingga pengalaman berharga yang menyentuh hati. Tawa, rasa syukur, dan keakraban berpadu dalam satu meja makan.
Setelah jamuan usai, kami bersiap menuju bandara untuk melanjutkan penerbangan pulang ke Indonesia. Dengan perut yang kenyang, hati yang hangat, dan jiwa yang penuh kenangan, perjalanan pulang terasa sebagai penutup yang indah dari rangkaian ibadah dan ziarah yang tak terlupakan.

Kami berdelapan— Ali Rosad (ketua tim), Achris, Sriyani, Corry Fattah, Mulyani, Mikrainis M. Nasir, Tuti Elfita, dan saya M. Harry Mulya Zein yang selama dalam perjalanan saling membantu, menutup perjalanan dengan mengucapkan “alhamdulillah”.