(Bagian dari laporan perjalanan Jakarta- Masjidil Aqsa, tulisan ke-9).
Catatan: Dr M. Harry Mulya Zein, Pakar Ilmu Pemerintahan, dosen UI dan IPDN, Sekretaris Daerah Kota Tangerang (2004).

Pada Senin, 2 Februari 2026, rombongan memulai kegiatan setelah sarapan pagi. Sekitar pukul 08.25 waktu setempat, kami berangkat menuju Hebron (Al-Khalil) untuk melaksanakan ziarah ke patilasan sekaligus makam Nabi Ibrahim AS, salah satu situs suci yang sangat bersejarah bagi umat Islam.
Perjalanan ziarah ini dipandu langsung oleh Jamal, pemandu kami yang berpengalaman dan memahami dengan baik kondisi lapangan serta situasi keamanan di wilayah tersebut.
Setibanya di lokasi makam Nabi Ibrahim AS, suasana terasa sangat berbeda karena pengamanan yang sangat ketat oleh aparat kepolisian Israel.
Seluruh jamaah diwajibkan menunjukkan pasport, dan pemeriksaan dilakukan satu per satu dengan prosedur yang cukup panjang sehingga memerlukan waktu yang lama.
Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran karena kemungkinan adanya jamaah yang tidak diizinkan masuk.
Namun, berkat lobby dan komunikasi yang tenang serta persuasif dari Jamal kepada pihak penjaga dan aparat kepolisian, akhirnya seluruh rombongan memperoleh izin. Semua jamaah dapat masuk tanpa ada satu pun yang dicekal, sehingga ziarah dapat dilaksanakan dengan lancar.
Kami pun memasuki kawasan Maqom Nabi Ibrahim AS dengan penuh rasa syukur, khidmat, dan haru, menyadari bahwa kesempatan untuk berziarah ke tempat mulia ini merupakan nikmat besar yang patut disyukuri bersama.
Menuju Makam Nabi Yunus

Setelah menuntaskan rangkaian ziarah di Masjid Nabi Ibrahim AS di Hebron, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Nabi Yunus AS yang berada di kota Halhul.
Setibanya di Masjid Nabi Yunus AS, rombongan berkesempatan beristirahat sambil menikmati santap siang yang telah disiapkan. Suasana sederhana namun penuh keberkahan terasa kental, menambah rasa syukur di tengah perjalanan spiritual ini.
Usai makan siang, rombongan menunaikan shalat Dzuhur dan Ashar secara jama’, memanjatkan doa di tempat yang diyakini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Ziarah ini menjadi momen refleksi, menguatkan iman, serta menambah kecintaan terhadap perjuangan dan keteladanan para nabi Allah dalam menyampaikan risalah-Nya.
Makam Nabi Musa AS
Rombongan melanjutkan ziarah ke makam Nabi Musa AS yang berada di kawasan gurun Jericho. Di tengah hamparan padang pasir yang sunyi dan panas, ziarah ini menjadi momen refleksi mendalam atas perjuangan dan keteguhan iman Nabi Musa AS
Setelah berdoa dan mendengarkan penjelasan sejarah singkat dari pemandu, rombongan melanjutkan perjalanan meninggalkan kawasan Jericho menuju Border Israel. Perjalanan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian ziarah di wilayah Jericho, sebelum memasuki proses pemeriksaan imigrasi di perbatasan.
Suasana perjalanan terasa khidmat, melelahkan, namun penuh makna—menjadi bagian penting dari napak tilas perjalanan para nabi di Tanah Suci. (*)