Catatan Perjalanan: Dr Harry Mulya Zein, Sekretaris Daerah Kota Tangerang  (2004),  Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dan Pengajar Vokasi Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Direktur Eksekutif Forum Senja

Perjalanan menuju Baitul Maqdis. Harry Mulya Zein (paling belakang tanpa tutup kepala) bersama timnya sampai di Yordania.

DENGAN penuh semangat satu tim ziarah religi, mulai menapaki perjalanan dari Jakarta menuju menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. 

Masjid Al-Aqsa atau Masjidil Aqsa berada di jantung Kota Tua Yerusalem, di atas bukit yang dikelilingi dinding dan dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount. Berbeda dengan umat Islam yang menyebutnya sebagai Al-Haram Ash-Sharif yang berarti tempat suci yang mulia. 

Perjalanan diawali dari Jakarta pada Rabu. malam, 28 Januari 2026. Delapan orang jamaah berkumpul dipandu oleh travel Langkah Bercerita, biro perjalanan. 

Biro perjalanan ini bukan sekadar mengatur perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin menuju tanah para nabi di Baitul Maqdis. 

Tepat pukul 23.00 WIB, rombongan bertolak dari Jakarta menuju Timur Tengah. Suasana malam yang hening di dalam pesawat dimanfaatkan jamaah untuk beristirahat, berdzikir, dan menata niat, menyadari bahwa perjalanan ini adalah bagian dari ibadah dan refleksi spiritual.

Menjelang subuh, pesawat mendarat di Abu Dhabi pada pukul 05.00 waktu setempat. Transit selama kurang lebih lima jam memberikan kesempatan bagi jamaah untuk melepas lelah setelah penerbangan panjang. 

Sebagian jamaah memanfaatkan waktu transit untuk salat, sarapan, dan berbincang ringan, sembari menjaga semangat kebersamaan yang mulai terjalin erat.

Pada pukul 09.45 waktu setempat, perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan menuju Yordania. Perasaan haru dan antusias semakin terasa karena rombongan kian mendekati tanah bersejarah yang selama ini hanya dikenal melalui kisah-kisah para nabi dan lembaran kitab suci.

Akhirnya, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Queen Alia, menandai awal perjalanan spiritual di kawasan Baitul Maqdis dan sekitarnya. 

Setibanya di bandara, rombongan disambut suasana Timur Tengah yang khas—hangat, tenang, dan sarat sejarah—menjadi pembuka bagi rangkaian ziarah religi yang penuh makna.