Santoso Yunus, SE

  • Pemerhati masalah sosial ekonomi, dan budaya. Aktif mengikuti diskusi Forum Senja
Santoso Yunus

Seorang pembimbing spiritual memberikan ilustrasi fenomena berbagai perilaku individu atau kelompok yang ingin mengurangi  atau menghilangkan kegalauan dan kekacauan dalam hati dan pikiran. Mereka ingin hidup tenang, tanpa riak-riak yang berarti.

Mereka menempuh aneka jalan, seperti healing, refreshing, berlibur, ber-weekend, dan lain-lain. 

Destinasinya juga beragam, seperti pantai, Gunung,  Kebun Binatang,tempat  pemancingan hingga belanja di mall dan lainnya. 

Pertanyaannya adalah, “apakah benar setelah pulang ke rumah dari  berhealing ria  ke tempat-tempat tertentu, menjadikan kekacauan dalam hidup menjadi berkurang atau hilang?”

“Ibarat burung yang hinggap dari pohon ke pohon”. Demikian ilustrasi yang dikatakan oleh pembimbing spiritual saya. 

Fakta empirik membuktikan bahwa pada saat masuk kerja lagi yakni sehari setelah melakukan healing, pada umumnya yang diceritakan adalah tentang kelelahan, kehabisan uang, macet di jalan, dan berbagai keluhan lain. 

Intinya mereka gagal dalam mengurangi kekacauan dalam hidupnya. Lantas, bagaimana cara mengurangi kekacauan dalam hidup? 

Jawabnya adalah melakukan aktivitas pindah dari suasana duniawi ke dalam suasana non-duniawi. 

Perpindahan ini tidak harus selalu berwujud pindah tempat secara fisik. 

Berbagai cara bisa dilakukan, antara lain: 

– Tetap tinggal di rumah dengan melakukan kontemplasi di ruang/kamar, menyendiri untuk beberapa waktu hingga mampu menciptakan suasana non-duniawi. 

– Bersama teman-teman kerja  seperti yang pernah saya lakukan selama 2 hari 2 malam tinggal di masjid di daerah Cisarua, atau kawasan Puncak Bogor dengan membawa pembimbing spiritual. 

Saya selama waktu itu mendapat  bimbingan melakukan amalan-amalan spiritual yang membawa kepada ketenangan batin. 

Keberhasilan dalam membuat ketenangan batin berdampak pada hilangnya suasana kekacauan dalam pikiran.

Ketika mulai kembali bekerja dan kekacauan hidup kembali terasa, saatnya meluangkan waktu lagi untuk pindah ke dalam suasana non-duniawi. Kembali tenang. 

Leave a comment