Aku pernah membaca bahwa lumba-lumba mampu memahami bahasa, bekerja sama, bahkan menolong makhluk lain yang sedang kesulitan.

Oleh: M. Harry Mulya Zein, tinggal di Tangerang- Indonesia

Aku lebih suka ikan lumba-lumba. Bukan tanpa alasan. Di antara luasnya lautan yang biru dan tak berbatas, lumba-lumba selalu tampak berbeda. Geraknya lincah, matanya seolah menyimpan kecerdasan, dan caranya berinteraksi menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar makhluk laut biasa.

Aku pernah membaca bahwa lumba-lumba mampu memahami bahasa, bekerja sama, bahkan menolong makhluk lain yang sedang kesulitan. Kisah-kisah tentang mereka yang menyelamatkan manusia dari tenggelam atau melindungi sesamanya dari bahaya membuatku kagum. Di situlah aku melihat nilai penolong yang tulus, tanpa pamrih.

Yang paling menyentuh hatiku adalah solidaritas mereka. Lumba-lumba tidak pernah meninggalkan kawannya. Saat satu terluka, yang lain mengiringi. Saat satu lemah, yang lain menguatkan. Mereka bergerak bersama, seolah memahami bahwa hidup akan lebih bermakna jika dijalani dengan kebersamaan.

Mungkin itulah sebabnya aku lebih suka ikan lumba-lumba. Di balik kecerdasannya, mereka mengajarkanku tentang empati, kepedulian, dan arti solidaritas. Nilai-nilai sederhana yang, jika dimiliki manusia, akan membuat dunia terasa lebih hangat dan penuh harapan.(*)

Leave a comment