Oleh: Yanto Soegiarto
— Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe

TETAP harus diakui bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah banyak manfaatnya.
Ketika mantan direktur IMF Christine Lagarde membaca tentang BPJS dia tidak habis pikir bagaimana program ini bisa berjalan melayani jutaan orang Indonesia dan memberi solusi bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa terhalang biaya.
Namun demikian dalam prakteknya BPJS masih terdapat banyak minus dan plusnya antara lain prosedur verifikasi administrasi, pendaftaran dan antrean obat yang panjang hingga mengakibatkan stress dan keletihan bagi pasien yang datang jauh dari luar kota untuk berobat ke dokter spesialis di Jakarta.
Dari segi plusnya, lansia mendapat previlege. Di puskesmas (Faskes 1) poliklinik khusus lansia disediakan. Para dokter dan tenaga kesehatan pun ramah dan sabar. Jika perlu penanganan dokter spesialis lansia bisa langsung ke IGD untuk dirujuk ke rumah sakit (Faskes 2).
Di Puskesmas Pesanggrahan missalnya, lansia tidak perlu menunggu terlalu lama apabila sudah mendaftar melalui Mobile JKN. Aplikasi ini dapat di-download di Google Playstore. Apps ini user-friendly dan sangat membantu. Tinggal klik jenis pelayanan yang di inginkan termasuk nomor antrean. Mobile JKN juga memiliki fitur record kunjungan, rujukan, dan pengobatan dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit tingkat lanjut.
Bagi lansia penyakit jantung untuk berobat ke rumah sakit tingkat lanjut seperti Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK) misalnya, perlu surat rujukan dari Faskes 2 terlebih dahulu. Prosedurnya dari Faskes 1 ke Faskes 2 baru ke rumah sakit tingkat lanjutan.
Tetapi untuk minta surat rujukan perlu tapping di mesin dan sidik jari berkali kali. Dan Ini tidak bisa diwakilkan. Lansia sakit berkursi roda pun harus datang sendiri untuk tapping dan sidik jari. Ini sangat merepotkan dan mengesalkan.
Biasanya tekanan darah jadi naik disertai perasaan meletihkan. Setelah dokter spesialis yang berwenang di Faskes 2 menandatangani surat rujukan baru bisa dibawa ke rumah sakit tingkat lanjutan.
Bagi lansia, verifikasi administrasi dianggap berlebihan. Tapping, sidik jari dan scan wajah bukan cara yang kekinian. Seharusnya dengan adanya artificial intelligence (AI) dan mobile JKN, administrasi bisa disederhanakan. Sidik jari atau scan wajah tidak perlu lagi karena data pasien dan sidik jari sudah terekam dari sejak di puskesmas.
Memang banyak sekali keluhan terhadap pelayanan BPJS. Tidak semua kualitas pelayanan sama di setiap fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Sering terjadi pasien harus menunggu ber jam-jam untuk mendapatkan pelayanan. Sementara itu harapan publik tinggi. Mereka menginginkan layanan kesehatan BPJS yang setara dengan yang umum.
Namun interpreter Bahasa Spanyol lansia Kukuh Sanyoto yang pernah terkena serangan jantung ketika sedang mengajar berkomentar berbeda. Setelah dokter memasang heart stent atau ring jantung Kukuh tidak hentinya mengapresiasi layanan BPJS karena pelayanannya cepat dan berhasil.
“Bagus lah ada BPJS. Sebagai lansia harus sabar dan dinikmati saja. Nggak perlu mengeluh. Bagi orang yang sering kritik pelayanan BPJS sadar lah sudah dikasih gratis maunya lebih.”
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang akrab diisebut BGS mengatakan di akhir tahun ini pemerintah akan merubah prosedur rujukan BPJS agar lebih cepat dan efisien khususnya untuk menangani masalah kesehatan yang darurat. Jika ini diterapkan tidak lagi mengikuti prosedur rujukan seperti yang ada saat ini.
“Itu nanti tahun depan akan berjalan, Saat ini Kementerian Kesehatan masih menunggu peraturan presiden terkait kebijakan ini. Pasien dengan kondisi darurat seperti serangan jantung bisa langsung diarahkan ke rumah sakit tingkat teratas. Pasien juga lebih senang. Tidak usah ber kali kali urus rujukan, keburu wafat nanti dia kan,” kata BGS yg memiliki tagline Budi Gemar Sharing di social media.
Lansia kini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang bertaraf internasional. Banyak rumah sakit sudah menyediakan state-of-the art equipment untuk operasi jantung, tindakan vaskuler menggunakan EVLT laser technology dan tindakan medis lain nya.