“Manusia adalah homo ludens, makhluk yang gemar bermain, seperti anak-anak”

Hai, saya Nasir. Tinggal di Kota Tangerang, Pulau Jawa- Indonesia.
Kalau ditanya kemana hijau daun pada daun yang sudah menguning? Hilang, terserap panas, atau luntur terbawa hujan?
Jawabanya saya kira adalah tersimpan di dalamnya. Rasa anak-anak dalam diri orang dewasa dan tua, tetap tersimpan di dalam diri.
Suatu saat akan terlihat dalam tingkah lakunya seperti anak-anak, ketika menghibur diri, mencari selingan hidup, dan bermain dengan mainan di masa anak-anak.
Manusia adalah homo ludens, makhluk yang suka bermain. Permainan yang membahagiakan adalah permainan di waktu kecil.
Dulu waktu kecil saya suka memelihara burung merpati. Saya suka warna bulu dan kakinya bersih memerah indah.
Orangtuaku ketika pulang dari sawah di Lamongan, kadang-kadang membawa anakan burung. Pertama yang saya perhatikan adalah bukunya yang masih lembut, kemudian paruhnya yang bagian tepi kadang-kadang berwarna kuning.
Saya seperti diberi pekerjaan oleh ayah saya. Saya harus menyuapi makanan seperti menir (beras pecahan lembut) atau bekatul.
Secara tidak langsung saya dilatih untuk bertanggung jawab. Menyangi binatang, memberi minum dan makan burung pada waktunya.
Terlepas dari itu latihan bertanggung jawab, itu menyenangkan hati saya ketika burung menjadi sehat, bulunya tumbuh lengkap dan mengejar-ngejar saya kalau lapar.
Apalagi kalau bisa diadu terbang dan pulang ke kandang. Senang sekali.
Sekarang ketika umurku hampir 70 tahun, saya masih memelihara merpati. Mencoba menyisihkan waktu dan sedikit ruang kehidupan untuk mempertahankan rasa anak-anak.
Merasa menjadi anak kecil, bahagia, tanpa beban.